Profil Desa

VISI :

Desa Cilongok mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera , terpenuhi kebutuhan dasar secara adil dan transparan, yang di dukung dengan pemerintahan yang baik dan aparat yang bersih dengan tetap mempertahankan budaya lokal.

 

MISI :

Dalam rangka mencapai visi tersebut di atas , maka misi Desa Cilongok adalah :

  1. Mendukung penyelenggaraan sistem pelayanan dasar Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ketentraman dan ketertiban yang lebih cepet, adil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat , dengan didukung oleh sistem kelembagaan manajemen yang efisien dan transparan.
  2. Mengembangkan sumber daya lokal bagi pengembangan ekonimi masyarakat melalui sistem pengelolaan yang professional, efektif dan efisien serta akuntabel.
  3. Mengembangkan jaringan kerjasama antar Pemerintah Desa dengan masyarakat (swasta) melalui penyeiaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai.
  4. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola pembangunan berkelanjutan secara efektif dan efisien.
  5. Meningkatkan kemampuan , moral dan etika serta akuntabilitas aparatur Pemerintahan Desa dalam mengelola pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
  6. Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal.

Asal usul nama Cilongok

Dari beberapa sumber yang kami peroleh, ada beberapa pendapat tentang asal-usul  nama Cilongok, yaitu :

1.      Menurut Bapak Siyam, selaku Kepala Dusun Desa Cilongok. Menceritakan bahwa dahulu kala ada seorang kakek yang bernama kaki Cilongok.

2.      Menurut sesepuh Desa Cilongok. Menceritakan bahwa menurut legenda yang ada dimasyarakat Cilongok berasal dari kata Ci yang artinya air dan Longok yang artinya muncul. Jadi Cilongok itu bermakna mata air yang muncul dari tanah.

 

Dari beberapa sumber diperoleh keterangan bahwa Cilongok merupakan perbatasan sebelah timur kerajaan Pajajaran. Dikarenakan tidak adanya penjaga perbatasan sebelah timur kerajaan, maka sang raja membuat sayembara “Barang siapa yang paling kuat maka dia yang akan menjadi penjaga perbatasan”. Terdengarlah sayembara tersebut oleh tiga bersaudara yaitu Ki Suramerta, Ki Candrageni, dan Ki Jambe Wangi. Ki Suramerta dan Ki Candrageni sangat berambisi untuk memenangkan sayembara tersebut, sedangkan Ki Jambe Wangi tidak terlalu berambisi. Pertarungan antar ketiganya pun tidak bisa terelakan lagi. Mereka bertarung bertarung dibawah makam Ki Suramerta (sekarang). Disana terjadi ledakan hebat membentuk kedung yang mengeluarkan air. Masyarakat yang terkejut dengan ledakan tersebut menengok  ke sumber ledakan. Kemudian tempat tersebut dinamakan Cilongok. Kata Cilongok terdiri dari dua kata, yaitu kata Ci dan Longok. Ci berasal dari bahasa Sunda yang berarti air, sedangkan Longok berasal dari bahasa Jawa yang berarti menengok. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh Ki Jambe Wangi yang kemudian dijuluki Ki Cilongok, sesuai dengan tempat pertarungan tersebut.

  1. Gambaran Umum Desa

Secara Administrative desa Cilongok termasuk dalam wilayah Kecamatan Cilongok, dan terletak pada Kabupaten Banyumas bagian barat .

Dari ibukota kecamatan Cilongok, desa Cilongok berjarak sekitar 0,5 Km .

     2. Kondisi Geografis 

Desa Cilongok Memiliki ketinggian sekitar 225m diatas permukaan laut dan banyaknya curah hujan 2481m .

Luas Wilayah : 376.770 Ha yang terdiri dari :

  • Sawah             : 91.000 Ha
  • Tegalan           : 26.805 Ha
  • Perumahan      : 226.010 Ha
  • Perkantoran     : 0,25 Ha
  • Ladang Kebun  : 26.805 Ha
  • Lapangan         : 0,8 Ha
  • Sekolahan        : 0,6 Ha
  • Kuburan           : 5 Ha

Sejarah Pemerintahan Desa Cilongok :

  1. Bapak Nurya Sentika, yang bertempat di cilongok
  2. Bapak H. Abdur Rahim, yang bertempat di petir
  3. Bapak Karwan, yang bertempat di Cilongok
  4. Bapak Parta, yang bertempat di Kali manggis
  5. Bapak Nur Samad, yang bertempat tinggal di Kali manggis. Beliau menjabat sebagai lurah sekitar tahun 1945. Pembangunan yang dilakukan dalam kepemimpinannya salah satunya adalah pembangunan Balai Desa Cilongok dan MI Ma’arif NU Cilongok.
  6. Bapak Sukemi, yang bertempat tinggal di kali manggis. Beliau menjabat sebagai lurah sekitar tahun 1972, masa jabatannya hanya 2 tahun.
  7. Bapak Ahmad Dakirin, yang bertempat tinggal di Kauman. Beliau menjabat sebagai lurah  tahun 1974. Beliau menjabat selama 2 periode yang 1 periodenya selama 8 tahun, jadi beliau menjabat selama 16 tahun. Beliau pun melanjutkan program kerja yang belum terlaksana dari lurah sebelumnya, diantaranya membangun MI, dan 2 SD yaitu SD N 2 Cilongok dan SD N 3 Cilongok yang sampai sekarang masih ada. Bapak Dakirin mendapatkan gaji berupa Bengkok 6,5 Ha untuk gaji pamong desa yang dimanfaatkan untuk kebun tebu. Penghasilan utama masyarakat pada masa jabatannya adalah petani gula kelapa, ketela, dan padi.
  8. Bapak Sukirman, yang bertempat tinggal di kauman. Beliau menjabat sebagai lurah sekitar tahun 1990an.
  9. Bapak Tasun, yang bertempat tinggal di bentala. Beliau menjabat sebagai lurah sekitar tahun 2000an. Pada masa pemerintahannya sudah bergulir bantuan dari pemerintah untuk subsidi desa dan lain-lain. Infrastruktur bangunan pun maju.
  10. Bapak Khana Nurrohman, yang bertempat tinggal di kali manggis. Menjabat dari 2013 - Sampai Sekarang.

Kabar Desa
Font
Selasa, 16 Agustus 2016
KKL STMIK AMIKOM PURWOKERTO 2016 dimulai pada hari Senin, 08 Agustus 2016.            
Font
Selasa, 15 September 2015
Selasa, 15 September 2015 bertempat di Balai Desa cilongok diadakan RAKOR KADER POSYANDU yang dihadiri para kader posyandu Desa Cilongok. Dalam Rakor
Font
Senin, 14 September 2015
Selasa 8 September 2015 di Kantor Balai Desa Cilongok telah diadakan pembagian Raskin kepada warga yang telah terdaftar sebagai kriteria RTS. Jumlah R
Menu Publik

Pelayanan

  • Belum Tersedia

Peraturan

  • Belum Tersedia

Agenda Kegiatan

  • Belum Tersedia